Bagaimana Berkarir Sebagai Dubber di Indonesia

Di Indonesia menjadi seorang dubber atau yang biasa disebut dengan pengisi suara menjadi profesi yang dapat menjanjikan. Profesi ini menjadi sangat dibutuhkan saat ini dikalangan industri perfilman, seperti film barat maupun lokal, film kartun dan juga industri periklanan. Selain cukup menjanjikan, profesi ini menuntut talent pengisi suara untuk mampu mengisi sedikitnya 10 karakter atau juga dapat lebih dari karakter tersebut. Melakoni profesi ini dapat dikatakan gampang-gampang susah. Namun disisi lain, profesi ini menjadi profesi yang sangat menyenangkan bagi yang menjalaninya. Profesi ini tidak menuntut para talent pengisi suara untuk memiliki paras cantik juga tampan dan penampilan yang menarikĀ  maupun rapi. Hal tersebut dikarenakan seorang dubber hanya perlu berada dibelakang layar ketika menjalani pekerjaannya. Jika seorang talent melakukan kesalahan dalam pekerjaannya terkadang dianggap lucu. Namun, jika talent tersebut dapat melakukan pekerjaan dengan baik, pujian akan mengalir dan tentu akan menerima bayaran.

Salah satu dubber di Indonesia yang sudah malang melintang didunia pengisi suara adalah Hana Bahagiana. Dubber kelahiran 17 Juni 1971 ini memulai karir sebagai seorang dubber melalui film telenovela. Selain itu, dirinya juga menjadi dubber film animasi yang sangat fenomenal yakni Naruto. Mengolah berbagai suara untuk mengisi suara masing-masing karakter tentunya tidaklah mudah, harus memiliki beberapa teknik yang harus dikuasai dubber agar memiliki suara yang khas. Ia selalu berlatih olah vokal setiap pagi, dan juga melatih pernafasan hingga senam wajah agar otot-otot wajah menjadi lentur, ungkap Hana. Selain dikenal melalui Naruto, Hana juga diketahui menjadi dubber untuk film anime Captain Tsubasa, One Piece, Dr Slump, Ninja Hatori, dan Makibao.

Untuk menjadi seorang dubber, seorang pemula haruslah memiliki keahlian akting dan vokal agar dapat menyampaikan pesan dengan porsi emosi yang pas. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan mengikuti kelas dan pelatihan. Hal tersebut juga berguna untuk refrensi ketika seorang pemula membuat demo suara. Ini adalah hal yang harus dilakukan seorang pemula setelah melakukan proses sebelumnya, yakni menyiapakan demo rekaman suara. Sebelum melakukan perekaman, disarankan harus memiliki dan menyiapkan materi terbaik dan dilakukan