Fakta Menarik Tentang Seiyuu atau Voice Acting di Jepang

Industri suara semakin berkembang dari hari ke hari. Tidak hanya di Indonesia, di dunia pun industry suara sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Kali ini kita akan melirik sedikit industry voice acting yang berada di Jepang. Dalam artikel ini akan membahas mengenai voice acting di Jepang mulai dari era drama radionya hingga voice over modern yang berada di negeri sakura tersebut.

Voice acting memiliki definisi sebagai seni suara atau seseorang sebagai voice over atau pengisi suara atau dubber talent yang memerankan sebuah karakter atau memberikan informasi kepada para pendengarnya. Misalnya saja dalam karakter animasi. Voice acting itu sendiri memiliki berbagai macam jenis, diantaranya adalah karakter suara, narasi, komersial, terjemahan, penggantian dialog otomatis dan juga pengumuman otomatis (IVR). Selain itu, voice acting juga sering dijumpai di negara-negara besar, salah satunya adalah Jepang.

Di Jepang, voice acting bertindak sebagai narrator atau sebagai actor dalam drama di radio, anime, bahkan video games, melakukan voice over atau pengisi suara atau dubber film-film non Jepang, memberikan nararsi dalam bentuk documenter atau program yang serupa. Sebutan yang terkenal bagi voice acting di Jepang adalah Seiyu.

 

Industry animasi di Jepang sangatlah produktif. Hal ini menyebabkan para voice over atau pengisi suara atau dubber talent dapat memiliki karir yang penuh sebagai pengisi suara berbagai film animasi. Jepang sendiri memiliki sekitar 130 sekolah voice acting dan juga sekumpulan voice over talent yang bekerja di perusahaan siaran atau agen tertentu.

 

Pada tahun 1925, Tokyo Broadcasting Company memulai untuk melakukan siaran radio. Dua belas siswa menjadi pengisi suara pertama di Jepang ketika pertunjukkan drama radio itu disiarkann yang pada jaman itu menyebut dirinya sebagai “actor radio” sebelum sekarang berganti dengan “seiyu” pada tahun 1942. Pada awalnya, actor pengisi suara mengkhususkan dirinya dalam drama radio, namun kemudian muncul televisi yang menimbulkan sebutan dubbing untuk film animasi, meskipun setelah itu radio kembali menjadi media massa yang terkemuka.

 

Seiring berjalannya waktu, dunia voice over semakin berkembang di Jepang. Banyak masyarakatnya yang menjadikan voice over atau pengisi suara atau dubber sebagai karir yang menjanjikan. Hal ini terbukti dari banyaknya actor pengisi suara yang menjadi terkenal dan juga sukses dalam dunia voice over.