Tips Memberikan Briefing Yang Baik Untuk Voice Over Talent

Ketika seseorang hendak membuat sebuah video untuk bisnisnya atau untuk bahkan kliennya, pastinya ia akan mempelajari lebih dalam lagi mengenai audiens atau pendengar atau penonton yang nantinya akan menonton videonya. Mereka juga akan mempelajari dan menggali lebih dalam lagi mengenai tujuan dari pembuatan video dan hal yang ingin disampaikan dari video tersebut. Ia juga pasti sudah memiliki gagasan mengenai voice over talent yang akan dipakainya nanti. Tidak hanya memilih dengan asal seorang voice over talentnya, tetapi akan lebih spesifik kepada talent yang mampu untuk menguasai naskah yang akan diberikan dan juga cocok untuk video tersebut.

 

Voice over talent sangat berperan membantu seorang klien menyampaikan maksud dari video garapannya. Oleh karena itu, klien harus mampu dengan benar mempertimbangkan suara yang akan disuguhkan kepada audiensnya, sehingga tujuan bisnisnya menjadi tercapai. Ketika memilih voice over talent yang akan diajak kerjasama atau digunakan suaranya dalam sebuah project, klien akan melakukan seleksi kepada calon voice over talent dan memilih mana yang cocok untuk projectnya. Hal ini bisa dilakukan sendiri tanpa adanya sendiri atau menggunakan pihak ketiga dalam menseleksi voice over atau pengisi suara atau dubber talent, seperti studio rekaman atau agensi voice over. Jika klien menggunakan metode ini, maka ia harus melakukan brief/panduan mengenai karakteristik suara yang menjadi kebutuhan project tersebut.

 

  1. Memberikan brief berupa referensi video melalui youtube

Brief yang diberikan bisa berupa memberikan referensi video mengenai intonasi melalui youtube. Hal ini mampu membuat pihak ketika lebih memahami kriteria atau karakter yang menjadi kebutuhan klien tersebut, sehingga mereka bisa menseleksi voice over talent yang sesuai dengan kriteria atau karakteristik yang diberikan oleh klien.

 

  1. Memberikan brief berupa referensi cara baca

Selain itu, bisa juga dilakukan dengan cara memberikan referensi cara baca. Misalnya saja cara baca pada kata-kata yang sulit dengan merekamnya. Dengan merekamnya, ia mampu untuk benar-benar mendengarkan dengan jelas suara calon voice over atau pengisi suara atau dubber talent, sehingga mampu untuk lebih memilah voice over talent yang masuk dengan kategori atau karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan project klien tersebut.