3 Tips Memilih Voice Over Talent Untuk Company Profile

Menggunakan jasa seorang voice over atau pengisi suara atau dubber  talent dalam berbagai bisnis sudah sangat umum dilakukan oleh perusahaan. Akan tetapi, pemilihan voice over talent tidak boleh sembarangan untuk dipilih, terutama untuk mengisi company profile sebuah perusahaan. Oleh karena itu, alangkah baiknya sebuah perusahaan menimbang dengan lebih baik saat memilih seorang voice over atau pengisi suara atau dubber  talent untuk company profilenya. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan?

 

  1. Sesuaikan suara voice over talent dengan umur target market (casual, formal)

Fresh, Action dan Youngster adalah karakter suara yang tentunya sangat jelas dan akan sangat tepat untuk Startup Video, Infographic, Viral Video atau Filler Event yang memiliki karakter sangat “anak muda”. Karakter casual ini merupakan karakter suara yang sangat menerangkan bahwa Profiling Market begitu penting agar dapat Reach and Lead para talent dengan tepat. Profiling Market juga sangatlah mempengaruhi Usia, Lokasi, Interest, Cultural Background.

  1. Sesuaikan script dengan intonasi (high tone, deep tone)

Intonasi medium light tone, Clear Pronunciation dengan Tempo yang Medium begitu menggambarkan karakter voice yang berikut ini. Beberapa project-project Long Narrated yakni E-Learning dan juga Audio Books sangatlah cocok dan tepat dengan suara ini. Hal ini dikarenakan karakter suara yang fresh dan ringan, jadi pendengar tidak begitu membutuhkan konsentrasi (steal focus) yang cukup tinggi dan berlebih, tapi script yang dibacakan oleh talent akan jelas dan juga tepat menyampaikan isi pesannya. Suara ini selalu menjadi Karakter suara primadona yang cukup digandrungi, dan sering dikaitkan dengan jenis Video Corporate, Film Trailer atau bahkan Emotional/Cultural/Humanist, karena dianggap mampu menggambarkan atau menjelaskan sebuah keberhasilan dan pencapaian yang ingin ditampilkan oleh sebuah perusahaan. Karakter dengan suara medium tone ini juga dapat mamasukkan kesan yang dramatis, epic dan juga heroic dari sebuah gambar/video. Karakter suara dengan tone ini juga begitu tepat untuk membacakan sebuah narasi dalam video yang didalamnya berisi gambar atau pesan moral, budaya dan kemanusiaan atau sosial.

  1. Sesuaikan script dengan gender pembaca voice over (Male/ Female)

Memilih antara suara pria dan wanita dapat menjadi keputusan besar, tetapi itu bukan satu-satunya keputusan yang perlu Anda buat untuk menentukan suara yang tepat untuk produk atau merek khusus Anda. Jika Anda memiliki produk atau merek yang netral, Anda juga mungkin ingin melihat nada, aksen, dan gaya yang sesuai dengan tujuan proyek Anda. Permasalahan terbesar adalah menemukan aktor pengisi suara laki-laki dan perempuan untuk ditambahkan ke daftar bakat Anda, sehingga mudah untuk memanggil salah satu atau keduanya untuk setiap proyek yang diberikan. Perusahaan yang inovatif mungkin ingin mencampurnya, menempatkan suara laki-laki atau perempuan memungkinkan para pendengar tidak mengharapkannya.